Rabu, 02 Mei 2018

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERBICARA AKADEMIK BERPRESENTASI


 A.     PENGERTIAN DAN TUJUAN PRESENTASI
     Presentasi adalah suatu sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan dengan cara menjelaskan atau menguraikan suatu materi secara sistematis, dengan harapan akan berlaku efektif baik pembawa presentasi maupun penerima (audience). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesi dinyatakan bahwa presentasi mempunyai makna pemberian, pengucapan, pidato, penyajian, atau pertunjukan.
Presentasi sebagai sebuah kegiatan komunikasi pasti memiliki tujuan. Tujuan presentasi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Tujuan presentasi dilihat dari sudut tipe presentasinya dapat dinyatakan sebagai berikut:
1.      Presentasi untuk kegiatan ilmiah
2.      Presentasi untuk menjual sesuatu
3.      Presentasi untuk pendidikan
4.      Presentasi untuk penyusunan program
5.      Presentasi untuk menambah wawasan
Selain berdasakan tipe presentasi, secara umum presentasi memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi, menghibur audience, menyentuh emosi audience dan memotivasi audience untuk bertindak sesuatu.
Jadi tujuan presentasi dalam dunia pendidikan tidak sama dengan tujuan presentasi dalam dunia bisnis. Namun, secara umum tujuan presentasi sama yaitu untuk menyampaikan pesan kepada audience agar mereka terpengaruh dan terjadi perubahan perilaku.

B.     PRASYARAT PRESENTASI
Secara prinsip ada tiga prasyarat yang harus dipenuhi seorang pembicara dimuka umum. Ketiga prasyarat tersebut sebagai berikut :
1.      Prasyarat Organis
Prasyarat ini berhubungan dengan kelengkapan organ penghasil bahasa yang dimiliki pembicara. Prasyarat ini sangat menentukan dalam menghasilkan bunyi-bunyi bahasa secara tepat makna. Seorang pembicara akan berhasil melakukan pembicaraannya jika mampu menghasilkan bunyi bahasa secara jelas baik intonasi, lafal, maupun aksennya.
2.      Prasyarat Retoris
Prasyarat ini berhubungan dengan pemahaman dan kemampuan pembicara tentang konsep keterampilan berbahasa. Pembicara yang baik harus memahami kaidah-kaidah bahasa agar mampu menggunakan bahasa yang baku dan efektif dalam melakukan pembicaraanya.
3.      Prasyarat Psikologis
Prasyarat ini berhubungan dengan unsur psikologis pembicaraan, seperti rasa percaya diri, kesiapan mental berbicara, dan kemantapan berpresentasi.

C.     PERSIAPAN PRESENTASI
Persiapan dasar yang diperlukan untuk presentasi mencangkup beberapa hal, antara lain sebagai berikut (Kasali,2006; Hidayat, 2006; Roji, 2006; Herimanto dan Indrojiono;2005)
1.      Penguasan terhadap Topik atau Materi Presentasi
Seorang pembicara yang menguasai topik dan materi presentasi, akan mampu menguasai diri, menguasai audience, dan lebih jauh akan mampu berpresentasi dengan matang. Oleh sebab itu, pembicara harus memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai berkaitan dengan topik atau materi presentasinya.
2.      Penguasan Berbagai Alat Bantu Presentasi
Alat bantu presentasi adalah peraltan yang digunakan untuk membantu kesuksesan suatu presentasi. Salah satu alat peraga yang paling banyak digunakan dalam presentasi adalah alat peraga visual. Dalam mempersiapkan alat peraga, pembicara harus memikirkan dengan seksama beberapa prinsip berikuk.
a.       Alat peraga visual harus benar-benar sesuai dengan konteks pembicaraann
b.      Alat peraga visual harus secara jelas dapat dilihat oleh pendengar (audience)
c.       Alat peraga visual harus secara mudah dipergunakan oleh pembicara
d.      Alat peraga visual berpenampilan menarik tanpa mengurangi pembicaraan.
3.      Menganalisis Audience
Faktor yang harus diperhatikan ketika melakukan persiapan adalah menganalisis atau mengenali data presetasi calon audience. Data calon audience dapat dibedakan berdasarkan tikat pendidikan, profesi, umur dan pengalaman hidup, agama, ras, suku dan tujuan mengikuti presentasi. Penguasaan atas berbagai karakteristik audince  tersebut akan sangat membantu rasa percaya diri pembicara dan keberhasilan berpresentasi.
4.      Menganalisis Lingkungan Lokasi atau Tempat Presentasi
Suasana lingkungan yang dimaksud adalah suasana lingkungan perkotaan, perdesaan, atau di tengah kota yang bising. Suasana lingkungan yang dipilih untuk presentasi akan memengaruhi presentasi dan emosi dari peserta presentasi. Selain tempat yang berskala besar, lingkungan yang harus dikuasai oleh pembicara adalah lingkungan atau tempat dalam skala kecil seperti ruangan presentasi. Oleh sebab itu, pembicara hasrus menguasai ruangan presentasi guna dapat memilih strategi presentasi yang tepat. Hal-hal yang berhubungan erat dengan kenyamanan ruangan diuraikan sebagai berikut.
a.      Kapasitas Ruangan
Kapasitas ruangan yang perlu dipikirkan berkaitan dengan cukup atau tidaknya suatu ruangan dipergunakan untuk presentasi. Perlu diperhatikan apakah sudah cukup ideal antara luas ruangan dengan jumlah calon audience.
b.      Tata Ruangan
Tata ruang dalam presentasi memiliki beberapa model tergantung pada tujuan presentasi. Model tata ruangan dalam presentasi sebagai berikut.
1)      Model Kelas
2)      Model Tapal Kuda
3)      Model Meja Bundar
4)      Model Simulasi
5)      Model Sarahsehan
c.       Penerangan Ruangan
Penerangan ruangan sangat mempengaruhi sukses atau tidaknya suatu presentasi. Apabila penerangan ruangan kurang, suasana presentasi kurang bersemangat.
d.      Akustik Ruangan
Ruang presentasi yang baik adalah ruangan yang mampu meredam suara yang lembut, tetapi tidak membuat suara hilang.
e.       Pengaturan Udara Ruangan
Kondisi sirkulasi udara yang kurang baik akan mengganggu proses presentasi. Dalam hal ini, perlu diperhatika pengaturan temperatur, ventilas, dan Air Conditioner (AC).
f.        Toilet dan Ruangan
Ruangan yang anda pilih sebagai tempat presentasi paling tidak dekat dengan toilet.
5.      Memahami Tujuan Akhir Presentasi
Secara umum, tujuan ini bisa berbentuk untuk informasi, bisnis, hiburan, maupun meyakinkanpendengar. Sejalan dengan tujuan akhir tersebut, strategi pembicaraan akan berbeda antara tujuan yang satu dengan tujuan yang lain.
6.      Menguasai Berbagai Teknik Presentasi
Penguasaan teknik presentasi juga kana mendukung penguasaan audience ketika presentasi, kejelasan dan keterpahaman presentasi, dan kemenarikan presentasi yang dilakukan. Oleh karena itu, penguasaan berbagai teknik presentasi merupakan prasyarat mutalk untuk terampil berpresentasi.

D.     METODE PENYAJIAN PRESENTASI
Terdapat dua metode penyajian makalah dalam presentasi, yaitu metode presentasi tunggal dan metode presentasi kelompok. Metode presentasi tunggal biasanya dimanfaatkan untuk menampilkan pakar seorang pakar. Sementara metode presentasi kelompok merupakan metode yang digunakan dengan cara kerja sama yang terdiri dari beberapa orang penyaji dan pembicara.

E.     MENULIS BAHASA PRESENTASI
Dalam penulisan bahan presentasi perlu diperhatikan beberapa faktor dibawah ini.
1.      Aktualitas
2.      Konsepsional
3.      Faktual
4.      Kontektual

Baik atau tidaknya materi yang disampaikan dalam presentasi juga dipengaruhi oleh penulisan bahan presentasi. Langkah-langkah yang dapat digunakan ketika menulis bahan presentasi, yaitu:
1.      Buatlah outline penulisan yang merupakan gambaran menyeluruh bentuk dan isi makalah yang akan disajikan;
2.      Buat ringkasan makalah dengan tulisan besar-besar; dan
3.      Persiapkan bahan pustaka, referensi pendukung, dan data statistik;

Penulisan bahan yang penting juga adalah penulisanj bahan untuk membantu penjelasan makalah yang biasantya berupa media visual atau audio visual, salah satunya yaiutu tayangan berupa beningan untuk pewayang pandang atau tayangan dalam bentuk powerpoint atau flash yang biasanya digunakan dalam penyajian menggunakan projektor. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat tayangan sebagai berikut.
1.      Tayangan harus menarik.
2.      Tayangan bukan pemindah dari Versi Ms. Word.
3.      Jumlah kalimat dalam satu tayangan biasanya tidak boleh lebih dari lima kalimat.
4.      Tayangan berfungsi sebagai garis besar sajian, bukan untuk dibacakan secara total,.
5.      Isi dalam tayangan bisa diusahakan memenuhi kaidah kemadaian, artinya satu tayangan tidak boleh terlalu lamaatau terlalu sebentar dalam penayangnannya.
6.      Jumlah tayangan disesuaikan dengan panjang pendeknya materi sehingga tayangan akan membantu pembaca.

F.      PROSEDUR DAN TEKNIK PRESENTASI
Langkah-langkah yang harus dilakukan pada saat melakukan presntasi adalah sebagai berikut (Kasali,2006; Hidayat, 2006; Roji, 2006; Herimanto dan Indrojiono;2005)
1.      langkah Mempersiapkan Diri
a.       uji coba sesi presentasi;
b.      segarkan diri dengan membaca, melihat, atau mendengarkan referensi-referensi seputar topik yang akan dipresnetasikan;
c.       pastikan tidak ada perubahan fakta dan kondisi; dan
d.      lupakan kebiasaan key person datanng terakhir, usahakan datang lebnih awal agar dapat berkomunikasi dengan audience.

2.      Langkah Membawakan Presentasi
a.       Pastikan tidak melupakan hand-out;
b.      Bawakan presentasi di bagian awal sebaik mungkin;
c.       Sajikan data dan fakta secara meyakinkan sebelum anda menambahkan cerita penguat fakta;
d.      Arahkan perhatian audience;
e.       Selalu kaitkan topik pembicaraan dengan konidisi yang dihadapai audience;
f.       Hindarkan kesan menggurui agar audience tidak bersikap skeptis;
g.       Catat dan simpan informasi dan masukan penting yang dikemukakan oleh audience;
h.      Sisipkan lelucon secukupnya di sela-sela presentasi;
i.        Berikan kejutan pada audience dengan menyampaikan sebuah informasi kunci yang tidak tercantum pada slide; dan
j.        Batasi waktu karena daya serap audience akan semakin berkurang.

3.      Langkah Pascapresentasi
a.       Sisakan  waktu untuk berdialog dengan beberapa audience, yang ingin memperoleh informasi lebnih lanjut; dan
b.      Jika presentasi yang dilakukan merupakan sesi presentasi bisnis, banghun mood audience untuk menindaklanjuti misi.

G.    ETIKA DAN NORMA PRESENTASI
Keberhasilan seseorang penyaji dalam presentasi sangat dipengaruhi oleh penampilan dirinya, baik penampilan fisik maupun cara dia berkomunikasi dengan audience yang secara keselurahjan merupakan etika dan norma dalam presentasi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penampilan diri terkait dengan etika dan norma dalam presentasi diuraikan sebagai berikut (Kasali,2006; Hidayat, 2006; Roji, 2006; Herimanto dan Indrojiono;2005).
1.      Cara Berpakaian
2.      Cara Bicara
3.      Cara Berakting
4.      Kesiapan Mental
5.      Pengelolaan Penyajian
6.      Sistematika Penyajian

H.    TEKNIK UMUM PRESENTASI
Guna mencapai keberhasila dalam presentasi, pembicara harus mampu menguasai beberapa teknik berikut Kasali,2006; Hidayat, 2006; Roji, 2006; Herimanto dan Indrojiono;2005).
1.      Pendekatan permulaan
2.      Mengatasi kegugupan atau demam panggung.
3.      Membuat pendengar tertarik
4.      Menjaga ketepatan berbicara, kejernihan, dan volume suara.
5.      Percaya terhadap kemampuan diri dan perbanyak perbendaharaan kata.
6.      Memberikan penekanan pada pembicaraan penting dan bersemangat dalam menyampaikan pesan.
7.      Berbicara tepat waktu, mengontrol kelancarn berbicara, serta memiliki rasa humor.
8.      Gerakan tubuh secara alamiah dan berbicara secara wajar, serta gunakanlah pakaian yang serasi
9.      Membawaq catatan kecil guna membantu penyampaian pesan
10.  Tutup pertemuan dengan mengesankan. Sebelum presentasi berakhir, pembicara sebaiknya mepersilahkan audience untuk bertanya. Setelah itu, ucapkan terimakasih dan tinggalkan podium dengan senyuman.

I.       TEKNIK PRAKTIS PRESENTASI
Beberapa teknik presentasi tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut (Kasali,2006; Hidayat, 2006; Roji, 2006; Herimanto dan Indrojiono;2005)
1.      Jangan menggantungkan diri pada teks.
2.      Pelajari audience dengan saksama dan mendalam, jangan bicarakan apa yang telah mereka ketahui dan yang tidak ingin mereka dengarkan.
3.      Jangan biarkan audience jenuh.
4.      Periksa ruangan dan fasilitas pendukung sebelum presentasi dimulai.
5.      Biasakan untuk interaktik dengan audience.
6.      Jangan merendahkan diri di awal presentasi dengan mengatakan, “Sayamohon maaf atas keterbatasan saya.”
7.      Berlatih dengan cukup sebelum presentasi.
8.      Perhatikan bahasa tubuh agar tidak merusak penampilan dan berpakaianlah agak cerah agar mencitakan kesegaran ruangan.
9.      Sampaikan pesan dengan vokal yang jelas, jangan seperti berbicara sendiri.

J.      KRITERIA KEBERHASILAN PRESENTASI
Krieteria utama untuk menentukan berhasil atau tidaknya presentasi pada dasarnya sama dengan komunikasi efektik. Kriteria tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.      Pengertian, yaitu suatu presentasi dapat dikatakan berhasil jika pembicara mampu meningkatkan pengertian pada diri pendengar.
2.      Kesenangan, yaitu suatu presentasi dapat dikatakan berhsail jika pembicara mampu menumbuhkan kesenangan dalam diri pendengar.
3.      Pengaruh pada sikap, yaitu suatu presentasi dapat dikatakan berhasil jika pembicara mampu mengubah sikap dan keyakinan pendengar sebagai akibat dari pesan yang disampaikan.
4.      Terciptanya hubungan sosial, yaitu suatu presentasi dapat dikatan berhasil jika pembicara mampu menumbuhkan hubungan sosial yang baik antara dirinya dengan pendengar.
5.      Tindakan, yaitu suatu presentasi dapat dikatakan berhasil jika pembicara mampu menggerakan pendengar sesuai yang dikehendakinya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;